Polsek Barong Tongkok Bersama BPBD Padamkan Karhutla di Pepas Eheng, Luas Lahan Terbakar Capai 25 Hektare

Kutai Barat – Personel Polsek Barong Tongkok bersama BPBD Kabupaten Kutai Barat, Manggala Agni, aparat Kampung Pepas Eheng dan masyarakat berhasil memadamkan kebakaran lahan di Kampung Pepas Eheng RT 01, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan pengecekan lokasi dilakukan sejak pukul 09.00 WITA. Setibanya di lokasi sekitar pukul 09.30 WITA, petugas masih menemukan dua titik api yang merambat akibat kondisi angin cukup kencang. Personel Polsek Barong Tongkok bersama Petinggi Kampung Pepas Eheng kemudian berkoordinasi dengan BPBD Kutai Barat untuk meminta bantuan unit pemadam. Sekitar pukul 11.00 WITA, sebanyak lima unit kendaraan pemadam BPBD tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman bersama personel kepolisian dan masyarakat. Selain BPBD, penanganan kebakaran juga didukung satu unit kendaraan pemadam Manggala Agni, dua unit kendaraan roda dua Manggala Agni serta satu unit mobil pikap milik masyarakat yang membawa tandon air. Berkat kerja sama seluruh pihak, api berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan hingga pukul 15.45 WITA. BPBD Kabupaten Kutai Barat memastikan titik api telah padam. Dari hasil pengecekan, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±25 hektare, berupa lahan eks PT PIS (Perusahaan Inti Sendawar) yang terdiri dari area perkebunan sawit dan semak belukar. Kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau serta tiupan angin membuat kawasan tersebut rentan terjadi kebakaran. Kapolsek Barong Tongkok melalui personelnya juga melakukan koordinasi dengan pemerintah kampung dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta mencegah munculnya kembali titik api. Selain itu, personel Polsek Barong Tongkok bersama Petinggi Kampung dan BPBD Kutai Barat akan terus melakukan monitoring terhadap lokasi yang dinilai rawan karhutla. Jaringan masyarakat juga diaktifkan untuk mempercepat informasi apabila kembali ditemukan titik api. Polsek Barong Tongkok mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat kondisi kemarau dan cuaca yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *