KUTAI BARAT – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Polsek Melak bersama unsur TNI, pemerintah kecamatan, instansi terkait, perusahaan, aparatur kampung, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) melaksanakan sosialisasi, pelatihan KTPA serta patroli gabungan.
Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 11.00 WITA, bertempat di Lapangan Sepak Bola PT KSD, Kampung Tondoh, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat.
Kegiatan dihadiri Camat Mook Manaar Bulatn Pit Anugerah Arruan Pasilong, S.E., Kapolsek Melak Iptu Rinto C. Simanjuntak, S.H., perwakilan Koramil Melak, Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, KPHP Mook Manaar Bulatn, empat Petinggi Kampung, manajemen PT KSD, personel Polsek Melak, personel Koramil Melak, serta sekitar 50 anggota Masyarakat Peduli Api.
Dalam kegiatan tersebut, manajemen PT KSD memberikan penjelasan mengenai kesiapan dan fungsi sarana serta prasarana yang digunakan dalam penanganan Karhutla. Para peserta kemudian mengikuti pelatihan KTPA guna meningkatkan kemampuan dan kesiapan dalam menghadapi potensi kebakaran.
Usai pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan patroli gabungan di sejumlah titik yang dinilai rawan Karhutla di kawasan PT KSD dan sekitarnya. Tim juga melakukan pengecekan terhadap Posko Karhutla untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana operasional apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Kapolsek Melak menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, instansi teknis, perusahaan, aparatur kampung hingga masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh unsur yang terlibat memiliki kesiapan dan kemampuan dalam melakukan pencegahan maupun penanganan Karhutla secara cepat dan terpadu,” ujar Kapolsek Melak.
Dalam kegiatan tersebut, sarana dan prasarana penanganan Karhutla milik PT KSD diperagakan dan dinyatakan dalam kondisi siap pakai.
Polsek Melak juga akan memasukkan kawasan PT KSD dan empat kampung di sekitarnya ke dalam rute patroli rutin, terutama pada waktu dan kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.
Seluruh rangkaian sosialisasi, pelatihan dan patroli gabungan berlangsung tertib dan lancar. Situasi di wilayah Kampung Tondoh dan sekitarnya selama kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, kondusif dan terkendali.