Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. ANTARA/HO-PBNU.
Jakarta (ANTARA) – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menyerukan kedamaian dan meminta semua pihak, terutama aparat dan petugas di lapangan, untuk senantiasa bersikap sabar, bijaksana, dan mengedepankan dialog dalam menangani aksi demonstrasi.
“Kami minta aparat untuk senantiasa sabar dan menahan diri, agar tidak terjadi benturan yang dapat merugikan semua pihak,” kata Kiai Miftah di Jakarta, Jumat.
Baca juga: PBNU minta pemerintah ambil kebijakan tepat guna redam ketegangan
Pernyataan Kiai Miftah tersebut disampaikan menanggapi meninggalnya Affan Kurniawan, salah seorang pengemudi ojek online (ojol) dalam aksi unjuk rasa yang terjadi di Jakarta.
Sebagai pimpinan tertinggi di PBNU, Rais Aam menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum.
Baca juga: Tujuh aparat terlibat insiden rantis masih diperiksa di Propam Polri
“Kami keluarga besar Nahdlatul Ulama turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran,” katanya.
Menurut Rais Aam, penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional warga negara dan harus dihormati oleh siapapun.